Minggu, 10 Februari 2013

PEMBANTU RUMAH TANGGA KEMBALIKAN TEMUAN UANG RP. 435 JUTA


Rini, seorang pembantu rumah tangga yang tinggal bersama mertuanya di Depok, tanggal 16 lalu sepulang membeli nasi goreng pada pukul 21.00 bersama suaminya, melihat sebuah tas teronggok di pinggir jalan. Penasaran, ia mengajak suaminya berbalik arah untuk melihat tas situ. Mereka akhirnya mengambil tas dan kemudian membukanya di rumah. Betapa terkejut Rini, saat melihat yang berada di dalam tas tersebut adalah uang. Di tengah rasa kaget, Rini mencocokan uang yang ada di dalamnya dengan pecahan asli yang ia punya, karena khawatir uang di dalam tas tersebut palsu. Dan ternyata uang tersebut adalah uang asli. Terlebih, dalam tas terselip juga slip bank bertuliskan Rp. 435 juta.

Masih terkaget-kaget melihat uang sejumlah itu, Rini pun hanya menyimpannya di lemari. Sampai esok malamnya. Rini membuka kembali dengan tujuan melihat telepon genggam yang ada di dalam tas yang selalu berbunyi. HP tersebut ketika dibuka ada sms yang meminta agar siapa yang menemukan uang tersebut mengembalikan. Setelah kontak dengan pengirim sms, akhirnya diketahui bahwa tas tersebut milik bendahara sebuah perusahaan yang tidak sengaja menjatuhkan uang perusahaan karena sedang kalut mendengar ibunya terkena serangan jantung.

Setelah bertelpon, diaturlah pertemuan. Sabtu, (19/1) suami Rini ijin pulang pagi dari tempat bekerjanya sebagai satpam rumah kos. Suaminya bercerita ia dijemput orang berdasi. Dan akhirnya uang dikembalikan. Kata suami Rini, uang sebesar itu adalah untuk menggaji karyawan tempat bendahara tadi bekerja. Atas kejujurannya, perusahaan tadi memberi imbalan sebesar Rp. 10 juta dan kemudian memberikan kesempatan pada suami Rini untuk bekerja di perusahaan tersebut. (sen)
 
Sumber: Sudah Tahukah Anda

Seorang Anak dengan Kejujuran Seputih Salju

Di suatu desa terpencil di pinggiran kota, tinggalah seorang anak laki-laki bersama 6 saudaranya, kehidupan keluarga ini terlihat sangatlah sederhana, orang tuanya hanya seorang buruh tani, kakak dan adiknya semua masih bersekolah sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya mengurusi keluarga. Untuk membantu keuangan keluarganya setiap hari selepas pulang sekolah, ia pergi ke pasar untuk berjualan asongan.

Pada suatu hari saat anak ini sedang menjajakan dagangannya, tiba-tiba ia melihat sebuah bungkusan kertas koran yang cukup besar, terjatuh di pinggir jalan, lalu diambilnya bungkusan tersebut, kemudian dibukanya bungkusan itu, namun betapa kaget dan terkejutnya ia, ternyata isi bungkusan tersebut berisi uang dalam nominal besar.

Tampak di raut wajahnya rasa iba dan bukan kegembiraan, ia tampak kebinggungan, karena ia yakin uang ini pasti ada yang memilikinya, pada saat itu juga anak ini langsung berinisiatif untuk mencari si pemilik bungkusan tersebut, sambil mencari-cari si pemiliknya, tiba-tiba seorang ibu dengan ditemani seorang satpam datang dengan berlinang air mata menghampiri anak kecil itu, lalu ibu ini berkata, “dek, bungkusan itu milik ibu, isi bungkusan itu adalah uang.”

Uang untuk biaya rumah sakit, karena anak ibu baru saja mengalami kecelakan korban tabrak lari, saat ini anak ibu dalam keadaan kritis dan harus cepat dioperasi karena terjadi pendarahan otak, kalau tidak cepat ditangani ibu khawatir jiwa anak ibu tidak akan tertolong.

Pagi ini ibu baru saja menjual semua harta yang ibu miliki untuk biaya rumah sakit, Ibu sangat membutuhkan uang ini untuk menyelamatkan jiwa anak ibu.

Lalu anak kecil tersebut berkata, “benar bu, aku sedang mencari pemilik bungkusan ini, karena aku yakin pemilik bungkusan ini sangat membutuhkan. “Ini bu! Milik ibu”. Setelah itu anak kecil tersebut langsung berlari pulang, sesampai di rumah ia ceritakan semua kejadian yang baru saja dialami kepada Ibu nya.

Lalu ibunya berkata, “Benar anak ku!”, kamu tidak boleh mengambil barang milik orang lain, walau pun itu dijalanan, karena barang itu bukan milik kita. Ibu sangat bangga pada mu nak, walau pun kita miskin, namun kamu KAYA dengan KEBAIKAN dan KEJUJURAN.

Untuk apa kita memiliki kekayaan yang melimpah, sementara kita harus mengorbankan nyawa orang lain. “Kamu sungguh anak yang baik nak”, ibu sangat bersyukur mempunyai anak seperti mu.

Hari ini ibu percaya, kamu sudah menyelamatkan satu jiwa melalui kebaikan dan kejujuran mu, kamu harus jaga terus kejujuranmu, karena kejujuran dapat menyelamatkan banyak orang dan kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana-mana. “Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil.”

“Matamu adalah pelita tubuhmu, jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi gelap. Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya.”

Sumber: Sudah Tahukah Anda

Kamis, 07 Februari 2013

Manfaat Makan dan Minum Sambil Duduk


Ketika duduk, apa yang dimakan atau diminum oleh seseorang akan berjalan melalui dinding usus perlahan dan 'lembut'. Minum sambil berdiri akan menyebabkan apa yang kita makan atau minum itu jatuh 'keras' ke dasar cairan usus, dan mengakibatkan benturan atau hantaman seperti pukulan yang cukup keras, jika hal ini terjadi berulang kali dalam waktu yang lama, akan menyebabkan ekspansi dan jatuhnya usus (usus turun), yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.


Di satu sisi air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah maskuler/ struktur otot yang dapat dibuka ketika kita duduk (sehingga air bisa lewat) dan menutup ketika kita berdiri (sehingga tidak dapat lewat). Setiap air yang kita minum akan didistribusikan di bagian-bagian terkecil dari ginjal untuk di filtrasi. Jika kita minum berdiri maka air yang kita minum  tidak disaring dulu akan tetapi langsung dibawa ke kandung kemih. Karena langsung menuju ke dalam kandung kemih maka  sisa 'sampah' yang tidak tersaring akan ikut sehingga menyebabkan pengendapan pada bagian saluran ureter. Hal inilah yang dapat menyebabkan penyakit ginjal kristal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya.

Sumber: Blogspot Makan Minum



MAKRUHNYA BERNAFAS KETIKA MINUM


sunnah minum dengan 3 kali tegukan. etika minum., makruh bernafas ketika minum

“mun keur nginum teh ulah bari nafas sagala pamali, cukup tilu tegukan ‘nke disambung deui,ulah sok ngahajakeun atuh !!” masih ingat dulu waktu kecil orang tua suka melarang kalau minum sambil bernafas dalam gelas, katanya “pamali”.  cukup tiga tegukan terus disambung lagi. Namanya juga anak kecil nasihat seperti tadi pasti dianggap angin lalu, mungkin karena keterbatasan ilmu jadi tidak mengerti apa maksudnya.

Ternyata memang ada aturan mainnya, bagaimana cara meminum yang benar menurut anjuran Nabi Muhammad Saw, mungkin artikel ini akan memberikan gambaran mengapa sampai ada anjuran ini, okay semuanya akan dibahas secara ringkas dan ilmiah selamat membaca ?
Dari Tsumamah bin Abdullah, “Dahulu Anas bin Malik radhiyallahu ta’alaa anhu pernah bernafas di dalam bejana dua kali atau tiga kali, dan dia mengira Nabi sallallahu alaihi wa sallam pernah melakukan hal itu (HR. Bukhari, No. 5631)
Dari Abu Qatadah dan bapaknya, Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang diantara kalian minum, maka janganlah ia bernafas di bejana (gelas), dan jika salah seorang dari kalian kencing maka janganlah ia memegang dzakar (kemaluannya) dengan tangan kanannya, jika membersihkan maka jangan membersihkan dengan tangan kanannya (HR. Bukhari 5630)
Sebagian ulama mengatakan, “Larangan bernafas di dalam bejana ketika minum sama seperti larangan ketika makan dan minum, sebab hal itu bisa menyebabkan keluarnya ludah sehingga bisa mempengaruhi kebersihan air minum tersebut. Dan keadaan ini apabila dia makan dan minum dengan orang lain. Adapun bila ia makan sendirian atau bersama keluarganya atau dengan orang yang tidak terganggu dengan caramu tersebut, maka hal itu tidak mengapa.” Aku ( Imam Ibn Hajar Al-Asqalani) berkata, “Dan yang lebih bagus adalah memberlakukan larangan hadits Nabi tersebut, sebab larangan itu bukan untuk menghormati orang yang layak dihormati ataupun untuk mendapat penghargaan dari orang lain…. Berkata Imam Al-Qurthubi, “Makna larangan itu adalah agar bejana dan air tersebut tidak tercemar dengan air ludah atau pun bau yang tidak sedap”. Fat-hul Bari, 10/94.
Demikianlah penjelasan para ulama kita. Para pakar kontemporer pun telah berusaha mengorek hikmah atas larangan tersebut. Mereka mengatakan, “Ini adalah petunjuk yang indah yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dalam menyempurnakan akhlaq. Dan apabila makan atau minum kemudian terpercik ludah keluar dari mulut kita, maka hal itu merupakan kekurangnya sopan santun kita, dan sebab munculnya sikap meremehkan, atau penghinaan. Dan Rasulullah adalah adalah penghulunya seluruh orang-orang yang santun dan pemimpinnya seluruh para pendidik.
Bernafas adalah aktivitas menghirup dan mengeluarkan udara; menghirup udara yang bersih lagi penuh dengan oksigen ke dalam paru-paru sehingga tubuh bisa beraktivitas sebagaimana mestinya; dan menghembuskan nafas adalah udara keluar dari paru-paru yang penuh dengan gas karbon dan sedikit oksigen, serta sebagian sisa-sisa tubuh yang beterbangan di dalam tubuh dan keluar melalui kedua paru-paru dalam bentuk gas. Gas-gas ini dalam persentase yang besar ketika angin dihembuskan, padanya terdapat sejumlah penyakit, seperti pada toksin air kencing … Maka udara yang dihembuskan mengandung sisa-sisa tubuh yang berbentuk gas dengan sedikit oksigen. Dari hal ini kita mengetahui hikmah yang agung dari larangan Rasulullah; yaitu agar kita tidak bernafas ketika makan atau minum; akan tetapi yang dibenarkan adalah minum sebentar lalu diputus dengan bernafas di luar bejana, lalu minum kembali.
Rasulullah memberikan wejangan tentang awal yang bagus dalam perintahnya tentang memutus minum dengan bernafas sebentar-sebentar. Sebagimana sudah kita ketahui, bahwa seorang yang minum 1 gelas dalam satu kali minuman akan memaksa dirinya untuk menutup/menahan nafasnya hingga ia selesai minum. Yang demikian karena jalur yang dilalui oleh air dan makanan dan jalan yang dilalui oleh udara akan saling bertabrakan, sehingga tidak mungkin seseorang akan bisa makan atau minum sambil bernafas secara bersama-sama. Sehingga tidak bisa tidak, ia harus memutus salah satu dari keduanya. Dan ketika seseorang menutup/menahan nafasnya dalam waktu lama, maka udara di dalam paru-paru akan terblokir, maka ia akan menekan kedua dinding paru-paru, maka membesar dan berkuranglah kelenturannya setahap demi setahap.
Dan gejala ini tidak akan terlihat dalam waktu yang singkat. Akan tetapi apabila seseorang membiasakan diri melakukan ini (minum dengan menghabiskan air dalam satu kali tenggakan) maka ia akan banyak sekali meminum air, seperti unta, dimana paru-parunya selalu terbuka…. Maka paru-paru akan menyempitkan nafasnya manakala ia sedikit minum air, maka kedua bibirnya kelu dan kaku, dan demikian juga dengan kukunya. Kemudian, kedua paru-parunya menekan jantung sehingga mengalami dis-fungsi jantung (gagal jantung), kemudian membalik ke hati, maka hati menjadi membesar (membengkak), kemudian sekujur tubuh akan menggembur. Dan Demikianlah keadaannya, sebab kedua paru-paru yang terbuka merupakan penyakit yang berbahaya, sampai para dokter pun menganggapnya lebih berbahaya daripada kanker tenggorokan.
Dan Nabi Sallallahu alaihi wassallam tidak menginginkan seorangpun dari ummatnya sampai menderita penyakit ini. Oleh karena itu, beliau menasihati ummatnya agar meminum air seteguk demi seteguk (antara dua tegukan dijeda dengan nafas), dan meminum air 1 gelas dengan 3 kali tegukan, sebab hal ini lebih memuaskan rasa dahaga dan lebih menyehatkan tubuh (Lihat Al-Haqa’iq Al-Thabiyyah fii Al-Islam, secara ringkas)
@ Al-Arba’in Al-Ilmiah, Abdul Hamid Mahmud Thahmaaz //publish :
islamic.xtgem.com

Selasa, 05 Februari 2013

Keistimewaan Bersedekah


“Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah, berpuasa, dan shalat di kala kebanyakan manusia tidur.” (HR.At-Tirmidzi)

Salah satu ibadah yang dianjurkan Allah SWT adalah bersedekah, baik dikala lapang maupun dikala sempit. Sebab sedekah adalah amal kebaikan sebagaimana al-Quran surah al-A’raf ayat 16 khusus amalan sedekah dilipatkan-gandakan lagi sesuai kehendak Allah, yang kemudian ditambah lagi mendapatkan berbagai keutamaan sedekah.

Marilah kita baca hadis Rasulullah SAW; “Sesungguhnya Allah swt itu Maha Memberi , Ia mencintai pemurah  serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. al-Baihaqi)

Hadis di atas juga kita bisa petik hikmahnya bahwa Islam sangat membenci sifat pelit dan bakhil dan sifat suka meminta-minta. Tetapi sebaliknya seorang mukmin itu banyak memberi dan pemurah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.”  (HR. Bukhari)

Kita sudah tidak membantah lagi tentang keistimewaan ibadah sedekah. Sejumlah cendekiawan dan ulama muslim mengatakan bahwa terdapat ratusan dalil yang menegaskan bahwa Allah SWT memberikan pahala yang berlipat ganda dan memuliakan kaum yang bersedekah.

Mengutip kitab yang berjudul Al Inaafah Fimaa Ja’a Fis Shadaqah Wad Dhiyaafah, terdapat keutamaan bersedekah antara lain:

Pertama, sedekah dapat menghapus dosa. Pernyataan ini diperkuat dengan dalil hadist Rasulullah saw, “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614).

Pengampunan dosa ini tentu saja disertai taubat sepenuh hati, dan tidak kembali melakukan perbuatan-perbuatan tercela serta terhina seperti sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, atau mengambil harta anak yatim.

Kedua, bersedekah memberikan keberkahan pada harta yang kita miliki. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah saw yang berbunyi, “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim).

Ketiga, Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah. Hal ini sebagaimana janji Allah SWT di dalam al-Quran. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs; al-Hadid: 18)

Keempat, terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah. Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga.

“Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”  (HR Bukhari).

Dan terakhir, orang yang sering bersedekah dapat membebaskan dari siksa kubur. Rasulullah saw bersabda, “Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR Thabran)

umber: Oleh: Dr HM Harry Mulya Zein , REPUBLIKA.CO.ID

Bentuk Kecerdasan Bersyukur


Nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada umat-Nya, termasuk kepada bangsa ini, sungguh tak terbatas dan tidak akan pernah bisa dihitung tuntas. Namun, hari demi hari, waktu demi waktu, tampaknya warga bangsa ini, termasuk para pemimpinnya, tidak kunjung cerdas dalam mensyukuri nikmat-Nya. Para pemimpin yang sudah bergelimang dengan fasilitas mewah ternyata masih mengeluh dan mengeluh.

Secara psikologis, orang yang mengeluh itu pertanda sedang menderita sakit. Orang yang banyak mengeluh itu pada dasarnya terkena gangguan mental. Sebaliknya, orang yang banyak bersyukur itu pertanda sedang dalam keadaan sehat. Karena itu, bersyukur itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang sehat rohaninya.

Menurut Ibn al-Qayyim dalam kitabnya, Madarij as-Salikin, syukur itu tampak pada bibir hamba dengan mengakui dan memuji keagungan Tuhannya, dalam hatinya dengan semakin meyakini dan mencintai-Nya, dan pada anggota badannya dengan semakin tunduk, khusyuk, dan taat kepada-Nya.

Cerdas bersyukur ada tiga hal. Pertama, mengakui (i’tiraf) nikmat pemberian Allah dalam hatinya. Hati yang cerdas dan ikhlas tidak akan pernah berdusta terhadap segala anugerah yang diberikan oleh-Nya. Bersyukur harus dimulai dari kesucian hati untuk mengakui sifat Allah yang Maharahman dan Rahim. Melalui pengakuan tulus ini, hamba belajar menjadi pengasih dan penyayang serta tidak menyia-nyiakan kasih sayang-Nya.

Kedua, memuji Sang Pemberi Nikmat (Mun’im) dan membagi pemberian itu dalam bentuk perkataan dan pembaruan (tahdits) maupun perbuatan dan keteladanan (QS ad-Dhuha [93]: 11). Bersyukur bukan sekadar mengucapkan alhamdulillah, melainkan juga harus disertai dengan pendayagunaan kenikmatan itu sesuai dengan tujuan diberikannya nikmat itu.

Ketiga, menundukkan kenikmatan (taskhir al-ni’am) untuk ketaatan, bukan untuk kemaksiatan. Diberi indera pendengaran disyukuri dengan selalu mendengarkan yang positif. Mata dimanfaatkan untuk melihat yang baik-baik. Akal dimanfaatkan untuk berpikir positif dan kreatif. Kesehatan untuk kebaikan dan kemaslahatan. Diamanati jabatan sebagai pemimpin, bisa dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran.

Jadi, cerdas bersyukur itu membuahkan ketaatan sekaligus kenikmatan. “Melaksanakan shalat itu bersyukur, berpuasa juga bersyukur, dan melaksanakan segala kebaikan karena mengharap rida Allah adalah syukur. Syukur yang paling utama adalah memuji Sang Pemberi Nikmat.” (HR Ibnu Jarir).

Cerdas bersyukur merupakan salah satu kunci kesuksesan hidup. Orang yang bersyukur pasti berusaha menjadikan kualitas hidupnya meningkat atau menjadi lebih baik. (QS Ibrahim [14]: 7).

Orang yang bersyukur akan senantiasa melihat segala hal secara jernih, objektif, cerdas, dan penuh kebersyukuran sehingga hatinya tenang, tidak waswas, tidak merasa ada ancaman atau biasa-biasa saja. Jika salah satu Asma’ al-Husna itu as-syakur (Maha Bersyukur), sudah semestinya kita sebagai hamba-Nya lebih tahu diri lagi untuk banyak bersyukur atas kemurahan dan karunia-Nya. Wallahu a’lam

Sumber::  Oleh: Muhbib Abdul Wahab  REPUBLIKA.CO.ID

Akibat Berbuat Dholim



Sesungguhnya Allah Ta’ala menangguhkan (hukuman terhadap) orang yang dhalim, sampai tiba saatnya Allah menghukumnya, maka Allah tidak akan melepaskannya lagi .
Barang siapa merasa pernah berbuat dholim terhadap saudaranya baik berupa  kehormatan dirinya atau sesuatu yang lain maka hendaklah ia memintabridlonya hari ini, sebelum dating hari kiamat.Jika ia tidak punya amalnya akan diambil sebanyak kedlaliman  itu, dan ia tidak mempunyai kebaikan, amak akan diambil keburukan orang yang didlolimi lalu dipikulkan kepadanya.
Macam-macam Kedloliman
1.      Salah satu kedloliman yang terbesar adalah menunda-nunda membayar hutang padahal ia mampu untuk menyegerakannya
Artinya: Penundaan oleh orang kaya adalah kedlolima.( HR Malik)
2.      Seorang suami mendlolimi hak istri, berupa mahar, nafkah, atau pakaian.
Artinya: Barang siapa mendlolimi seseorang dalam perkara sejengkal tanah, maka pada hari kiamat ia akan dikalungi 7 bumi (HR Ahmad)
Kisah 1 Wahhab bin Munabbih seorang penguasa bengis tengah membangun istana, seorang wanita tua miskin membangun gubuk di sebelahnya. Saat penguasa bengis jalan-jalan melihat gubuk dan menyuruh bawahannya untuk merubuhkannya. Ketika wanita melihat gubuknya roboh ia menengadahkan tangan dan berkat: Ya Rabbi jika saya tidak ada , di mana Engkau? Lalu Allah menyuruh Jibril untuk membalik istana penguasa bengis tadi beserta siapapun yang ada di dalamnya.
Kisah 2. Abu Umamah berkata: Pada hari kiamat nanti orang yang dlolim akan bertemu dengan orang yang didlolimi di atas shiroth yang dipancangkan di ats Jahannam. Ia akan memberitahu kepda si dlolim apa-apa yang didlolimi. Orang yang didlolimi tidak akan meninggalkan si dlolim sampai ia mengambil kebaikan si dlolim. Setelah kebaikannya habis, maka dipikulkanlah kepada si dlolim kejahatan yang yang di zhalimi hingga akhirnya ia masuk neraka jahannam.( HR Thoroni)
Kisah 3 Dikisahkan bahwa Kisra raja Persia, mengangkat seoranga guru untuk mengajarkan dan mendidik si anak menjadi seorang yang terpelajar. Pada suatu hari guru memanggilnya dan tanpa sebabab yang jelas guru memukulnya dengan sangat keras. Anak itu menjadi dendam kepada gurunya. Setelah ia besar dan ayahnya meninggal, ia diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya, maka iapun memanggil guru agar menghadap, lalu berkata,: apa yang menyebabkanmu memukulku pada hari itu dengan pukulan yang sangat keras dan menyakitkan, padahal aku tidak merasa bersalah?. Sang guru menjawab,” Dengarlah wahai raja, ketika Paduka telah mencapai pendidikan yang tinggi, saya sadar bahwa kelak Paduka akan diangkat menjadi raja untuk menggantikan ayahnda. Karena itu, saya ingin Paduka merasakan bagaimana sakitnya pukulan dan kezdaliman, supaya nanti ketika Paduka berkuasa, Paduka tidak menxzhalimi seorangpun!. Rajapun berkata,”semoga Allah membalasmu dengan kebaikan!, lalu rapun memberinya hadiah.
Kisah 4 : Seorang Arif menyampaikan,”Saya pernah melihat laki-laki yang tepotong tangannya sampai ke pundaknya. Oleh karena itu ia berkata, “Barang siapa sudah melihatku, maka janganlah pernah berbuat zhalim lagi kepada seseorang!”. Saya mendekatinya lalu bertanya , “Wahai saudara, apa kisahmu?”. Orang itu menjawab, “Kisahku sangat aneh, dahulu aku adalah seorang pembantu orang zhalim. Suatu hari aku melihat orang yang yang telah berhasil menangkap seekor ikan yang sangat besar. Aku tertarik kepada ikannya, lalu menemuinya dan kukatakan, “berikan itu itu kepadaku!”, orang itu menjawab, “Aku tidak akan memberikannya kepadamu. “Aku akan menjualnya untuk member makan keluargaku.” Lalu orang itu aku pukul dan kuambillah ikannya secara paksa. Akupun pulang dengan membawa ikan itu. Ketika saya berjalan sedang berjalan sambil membawa ikan itu, tiba-tina ikan itu menggigit ibu jari tanganku dengan kuat sekali. Setibanya di rumah, ikan itu saya lemparkan dari tanganku begitu saja dan aku pegang ibujari tanganku. Rasanya sakit sekali sehingga aku tidak bisa tidur dibuatnya. Lukaku membengkak, dan keesokan harinya aku pergi pergi menemui seorang tabib. Aku ceritakan kepadanya tentang sakitku. Ia berkata,”Ibu jarimu harus dipotong, karena sudahn membusuk. Kalau tidak ia akan menjalar ke tanganmu!. Maka ibu jariku Akan tetapu, rasa sakitnya tidak hilang, sehingga malamnya aku tidak bisa tidur tenang. Ada yang menyarankan supaya kupotong saja telapak tanganku, karena sakitnya tak tertahankan lagi, akupun mengikuti saran itu, kupotong telapak tanganku. Rupanya sakit tetap tinggal. Bahkan akhirnya ada yang menyarankan supaya kupotong sampai siku, akupun melakukannya. Namun tetap saja rasa sakitnya menjalar sampai lengan atas dan lebih sakit lagi dari pada sebelumnya. Seorang menyarankan agar kupotong tanganku sampai pangkall lengan. Akupun mengikuti sarannya. Lalu ada yang menanyakanku penyebab sakitku. Akupun menceritakan. Orang itu berkat:”Wah, andaikata sejak pertama sakit Anda menemui nelayan itu dan meminta maaf serta kerelaannya lalu ia menerimanya, tentu Anda tidak perlu memotong tangan Anda. Sekarang cobalah untuk mencarinya, dan mintalah maaf kepadanya sebelum penyakit ini memjalar ke seluruh tubuh Anda!”. Maka akupun pergi mencari nelayan itu ke berbagai penjuru kota. Sampai akhirnya kutemui dan kuciumkakinya sambil menangis. Aku katakana, Tuan, aku mohon dengan menyebut nama Allah, sudilah kiranya tuan memaafkan saya. Nelayan itu terkejut lalu bertanya:”Anda ini siapa?. Akupun menjawa, “Saya adalah orang yang beberapa hari yang lalu telah merampas ikan milik tuan secara paksa”> Lalu kuceritakan kepadanya yang telah terjadi padaku. Aku perlihatkan tanganku kepadanya dank ala melihatnya, nelayan itu menangis secara berkata, wahai saudaraku, aku telah memaafkanmu setelah melihat bencana yang menimpamu ini.Kemudian aku bertanya, Tuan, demi Allah, apakah tuan tela mendo’akan saya dengan do’a yang tidak baik ketika saya merampas ikan itu tempo hari?. Nelayan itu menjawab;”Benar, saya berdo’a, Ya Allah orang itu telah memaksakan kehendaknya kepadaku dengan kekuatannya atas kelemahanku. Ia telah merampas rezeki yang telah Engkau anugerahkan kepadaku secara zhalim. Karenanya tunjukkanlah kekuasanMu kepadaku atas dirinya!”. Akupun berkata,tuan, Allah telah memperlihatkan kekuasaan-Nya terhadap saya kepada tuan, dan saya bertobat kepada Allah dari pada perbuatan zhalim yang telah lalu, dan saya berjanji tidak akan membantu orang yang zhalim.
Sumber: Buku Al Kabaair  oleh Al Haafidz Syamsyuddin Adz Dzahaby
            Tarjamah Dosa-dosa Besar