Selasa, 05 Februari 2013

Akibat Berbuat Dholim



Sesungguhnya Allah Ta’ala menangguhkan (hukuman terhadap) orang yang dhalim, sampai tiba saatnya Allah menghukumnya, maka Allah tidak akan melepaskannya lagi .
Barang siapa merasa pernah berbuat dholim terhadap saudaranya baik berupa  kehormatan dirinya atau sesuatu yang lain maka hendaklah ia memintabridlonya hari ini, sebelum dating hari kiamat.Jika ia tidak punya amalnya akan diambil sebanyak kedlaliman  itu, dan ia tidak mempunyai kebaikan, amak akan diambil keburukan orang yang didlolimi lalu dipikulkan kepadanya.
Macam-macam Kedloliman
1.      Salah satu kedloliman yang terbesar adalah menunda-nunda membayar hutang padahal ia mampu untuk menyegerakannya
Artinya: Penundaan oleh orang kaya adalah kedlolima.( HR Malik)
2.      Seorang suami mendlolimi hak istri, berupa mahar, nafkah, atau pakaian.
Artinya: Barang siapa mendlolimi seseorang dalam perkara sejengkal tanah, maka pada hari kiamat ia akan dikalungi 7 bumi (HR Ahmad)
Kisah 1 Wahhab bin Munabbih seorang penguasa bengis tengah membangun istana, seorang wanita tua miskin membangun gubuk di sebelahnya. Saat penguasa bengis jalan-jalan melihat gubuk dan menyuruh bawahannya untuk merubuhkannya. Ketika wanita melihat gubuknya roboh ia menengadahkan tangan dan berkat: Ya Rabbi jika saya tidak ada , di mana Engkau? Lalu Allah menyuruh Jibril untuk membalik istana penguasa bengis tadi beserta siapapun yang ada di dalamnya.
Kisah 2. Abu Umamah berkata: Pada hari kiamat nanti orang yang dlolim akan bertemu dengan orang yang didlolimi di atas shiroth yang dipancangkan di ats Jahannam. Ia akan memberitahu kepda si dlolim apa-apa yang didlolimi. Orang yang didlolimi tidak akan meninggalkan si dlolim sampai ia mengambil kebaikan si dlolim. Setelah kebaikannya habis, maka dipikulkanlah kepada si dlolim kejahatan yang yang di zhalimi hingga akhirnya ia masuk neraka jahannam.( HR Thoroni)
Kisah 3 Dikisahkan bahwa Kisra raja Persia, mengangkat seoranga guru untuk mengajarkan dan mendidik si anak menjadi seorang yang terpelajar. Pada suatu hari guru memanggilnya dan tanpa sebabab yang jelas guru memukulnya dengan sangat keras. Anak itu menjadi dendam kepada gurunya. Setelah ia besar dan ayahnya meninggal, ia diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya, maka iapun memanggil guru agar menghadap, lalu berkata,: apa yang menyebabkanmu memukulku pada hari itu dengan pukulan yang sangat keras dan menyakitkan, padahal aku tidak merasa bersalah?. Sang guru menjawab,” Dengarlah wahai raja, ketika Paduka telah mencapai pendidikan yang tinggi, saya sadar bahwa kelak Paduka akan diangkat menjadi raja untuk menggantikan ayahnda. Karena itu, saya ingin Paduka merasakan bagaimana sakitnya pukulan dan kezdaliman, supaya nanti ketika Paduka berkuasa, Paduka tidak menxzhalimi seorangpun!. Rajapun berkata,”semoga Allah membalasmu dengan kebaikan!, lalu rapun memberinya hadiah.
Kisah 4 : Seorang Arif menyampaikan,”Saya pernah melihat laki-laki yang tepotong tangannya sampai ke pundaknya. Oleh karena itu ia berkata, “Barang siapa sudah melihatku, maka janganlah pernah berbuat zhalim lagi kepada seseorang!”. Saya mendekatinya lalu bertanya , “Wahai saudara, apa kisahmu?”. Orang itu menjawab, “Kisahku sangat aneh, dahulu aku adalah seorang pembantu orang zhalim. Suatu hari aku melihat orang yang yang telah berhasil menangkap seekor ikan yang sangat besar. Aku tertarik kepada ikannya, lalu menemuinya dan kukatakan, “berikan itu itu kepadaku!”, orang itu menjawab, “Aku tidak akan memberikannya kepadamu. “Aku akan menjualnya untuk member makan keluargaku.” Lalu orang itu aku pukul dan kuambillah ikannya secara paksa. Akupun pulang dengan membawa ikan itu. Ketika saya berjalan sedang berjalan sambil membawa ikan itu, tiba-tina ikan itu menggigit ibu jari tanganku dengan kuat sekali. Setibanya di rumah, ikan itu saya lemparkan dari tanganku begitu saja dan aku pegang ibujari tanganku. Rasanya sakit sekali sehingga aku tidak bisa tidur dibuatnya. Lukaku membengkak, dan keesokan harinya aku pergi pergi menemui seorang tabib. Aku ceritakan kepadanya tentang sakitku. Ia berkata,”Ibu jarimu harus dipotong, karena sudahn membusuk. Kalau tidak ia akan menjalar ke tanganmu!. Maka ibu jariku Akan tetapu, rasa sakitnya tidak hilang, sehingga malamnya aku tidak bisa tidur tenang. Ada yang menyarankan supaya kupotong saja telapak tanganku, karena sakitnya tak tertahankan lagi, akupun mengikuti saran itu, kupotong telapak tanganku. Rupanya sakit tetap tinggal. Bahkan akhirnya ada yang menyarankan supaya kupotong sampai siku, akupun melakukannya. Namun tetap saja rasa sakitnya menjalar sampai lengan atas dan lebih sakit lagi dari pada sebelumnya. Seorang menyarankan agar kupotong tanganku sampai pangkall lengan. Akupun mengikuti sarannya. Lalu ada yang menanyakanku penyebab sakitku. Akupun menceritakan. Orang itu berkat:”Wah, andaikata sejak pertama sakit Anda menemui nelayan itu dan meminta maaf serta kerelaannya lalu ia menerimanya, tentu Anda tidak perlu memotong tangan Anda. Sekarang cobalah untuk mencarinya, dan mintalah maaf kepadanya sebelum penyakit ini memjalar ke seluruh tubuh Anda!”. Maka akupun pergi mencari nelayan itu ke berbagai penjuru kota. Sampai akhirnya kutemui dan kuciumkakinya sambil menangis. Aku katakana, Tuan, aku mohon dengan menyebut nama Allah, sudilah kiranya tuan memaafkan saya. Nelayan itu terkejut lalu bertanya:”Anda ini siapa?. Akupun menjawa, “Saya adalah orang yang beberapa hari yang lalu telah merampas ikan milik tuan secara paksa”> Lalu kuceritakan kepadanya yang telah terjadi padaku. Aku perlihatkan tanganku kepadanya dank ala melihatnya, nelayan itu menangis secara berkata, wahai saudaraku, aku telah memaafkanmu setelah melihat bencana yang menimpamu ini.Kemudian aku bertanya, Tuan, demi Allah, apakah tuan tela mendo’akan saya dengan do’a yang tidak baik ketika saya merampas ikan itu tempo hari?. Nelayan itu menjawab;”Benar, saya berdo’a, Ya Allah orang itu telah memaksakan kehendaknya kepadaku dengan kekuatannya atas kelemahanku. Ia telah merampas rezeki yang telah Engkau anugerahkan kepadaku secara zhalim. Karenanya tunjukkanlah kekuasanMu kepadaku atas dirinya!”. Akupun berkata,tuan, Allah telah memperlihatkan kekuasaan-Nya terhadap saya kepada tuan, dan saya bertobat kepada Allah dari pada perbuatan zhalim yang telah lalu, dan saya berjanji tidak akan membantu orang yang zhalim.
Sumber: Buku Al Kabaair  oleh Al Haafidz Syamsyuddin Adz Dzahaby
            Tarjamah Dosa-dosa Besar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar